Senin, 19 Maret 2018

Tentang Dia - Hi Senja! (part1)

Hi!
Apa kabar, Senja?
lama tak jumpa.
aku ingin mengenalkanmu pada dunia, bolehkah? 

oke, inilah cerita Senja.
Dimulai...


Senja, adalah temanku dibelahan dunia langit.
yang kadang menjelma jadi matahari pagi, kalau dia girang.
dan kadang menjelma jadi matahari siang, kalau dia sangat girang.
Dia juga pernah jadi matahari malam (bulan), kalau dia tiba-tiba sedih.
hehe, dia memang unik bukan?

Dia telah menemaniku di atas sini sekitar kurang lebih 5 tahun.
artinya, dia cukup lama telah mengenalku sebagai Hujan.
banyak hal telah dilalui bersama.
dan aku tak pernah menyesal telah mengenalnya.

Kalian tahu? Senja adalah teman yang benar-benar asik, tapi sering menjengkelkan!
Dia jahil, banyak tingkah, tapi dia baik, juga pintar dan cerdas.
Dia selalu jadi yang terbaik ketika seleksi alam beberapa tahun lalu.
tak tanggung-tanggung, dia adalah kesayangan para juri alam, licik! haha.
tapi itulah dia, bukan Senja namanya kalau bukan begitu.

Hmm, lucu memang kalau diingat masa-masa itu ya, Senja.

Tak terasa, waktupun cepat berlalu.
Dan kita semakin dewasa untuk mengerti kehidupan alam ini.
Setahun yang lalu, kamu berkata, bahwa Hujan yang kamu kenal selama ini adalah orang yang akan kamu percaya sebagai temanmu untuk beberapa tahun depan, tepatnya sampai nanti, akhir hayatnya.
.
.
.
.
.
.

haha, kalian tahu? aku tak mudah percaya dengan yang dia katakan setahun yang lalu.
aku anggap itu adalah candaan klasiknya, karena memang dia selaaalu begitu.
bercandanya memang tak lucu, dan aku anggap itu angin lalu.
.
.
.
.

Tapi, kalian tahu, ternyata dia berkata jujur. 
Sontak, aku langsung terdiam, dan berfikir, 
Apa iya?
.
.
.
.
Akhirnya, aku telah membuat keputusan, bahwa,
aku akan mencoba (akan) mempercayainya juga.
Hehe.
Bismillah, semoga niat baikmu akan berjalan sebagaimana mestinya ya, Senja.
dan semoga, cerita ini, cerita tentangmu, juga akan berlanjut, sampai nanti......

Senin, 25 Juli 2016

cuma jadi hujan :6

Hallo tanah..
Seperti yang kau ketahui, hujan telah memasuki seleksi makhluk hidup terbaik, sekaligus menjadi babak awal hujan untuk menggapai cita-cita.
Ketahuilah, hujan sangat senang bisa berada di sini.
Di mana hujan bisa memulai kehidupan baru yang lebih indah.

Awal yang baik hujan persembahkan untuk musim ini.
Ya! hujan akan berpegang teguh pada kesucian air.

Yah, kau pasti tahu bukan tanah?
Banyak kabar angin yang masuk ke pori-porimu bukan?
Ya, bisikan orang-orang tidak bertanggungjawablah yang segan merusak jaringan unsur haramu.
Maaf telah merusaknya, dan maafkanlah dia tanah.

Tolong, jangan kau percaya seadanya!

Tanyakan pada awan senja yang mengetahui semuanya.
Aku bisa percaya pada awan senja itu, bukan manusia!
Tanyakan padanya, aku percaya dan aku yakin akan itu.

Sebenarnya aku ingin menyatakan sesuatu padamu tanah.
Tapi apa kau bersedia mendengarnya?
Apakah kau bersedia memaafkan air hujan berdosa ini?
Maafkan air hujan ini ya tanah.
Maafkan air hujan yang kemarin hampir merusak tanaman kita.

Tapi, kau jangan khawatir! tanaman itu masih ada dan tetap hidup, meski telah terinjak-injak oleh manusia yang tak bertanggungjawab.

Kemarin, hujan dengan tidak sengaja pergi sebentar meninggalkan tanaman kita.
Hanya sesaat! dan kemudian kembali.
Tapi setelah itu, hujan lihat, tanaman kita tercabik-cabik diinjak oleh manusia!
Hujan sedih, sangat sedih.
Hujan menyesal dan takkan pernah mau pergi lagi.
Hujan sedih, di bumi ternyata banyak manusia jahat!
Maafkan hujan tanah,
Maaf.
Maaf sekali lagi.

Kan ku buktikan bahwa hujan bisa menumbuhkannya kembali seperti sedia kala.
Hujan akan sekaligus menyiram dengan pupuk kualitas terbaik yang pernah ada tanah!
Hujan yakin dan sangat yakin.

Tapi..
Apakah kau, tanah, akan bersedia menerima maafku?
Apakah kau bersedia pula menunggu tanaman itu kembali pulih?





(End)

Minggu, 29 November 2015

Hujan

Hujan
Telah meneteskan jutaan tetes kenangan.
Menyerap pada setiap unsur hara,
menguap pada setiap oksigen langit,
menyeruak pada setiap unsur rindu, dalam jiwa.
Membasahi setiap angan dalam hati.

Hujan
Masih dingin
dingin, menusuk.
Sama seperti rindu
dingin, menusuk.
Dalam hati,
dalam jiwa.

Senin, 22 Juni 2015

Aku adalah Wanita

aku adalah wanita.
wanita yang sering sekali berbuat dosa.
dosa dosa itu sudah terkumpul sejak lama, hingga menumpuk.
menumpuk bagaikan debu yang menumpuk di suatu sudut.
hingga jika aku menghitungnya, mungkin sampai akhir hayatku. lama sekali.

aku adalah wanita.
wanita yang sedang mencari jati dirinya.
jati dirinya yang menjadi harta terpendam untuk hidupnya.
hidupnya yang dizaman sudah tak tentu arah.
mungkinkah aku akan menemukan jadi diri yang sebenarnya?

aku adalah wanita.
wanita yang sombong.
sombong hati, sombong diri, dan sombong jiwanya.
jiwanya sudah terlanjur dilumuri lumpur berdosa, dan sedikit racikan bumbu maksiat.
maksiat yang terus dilakukan dengan atau tanpa kesadarannya.
Allahuakbar.

aku adalah wanita.
wanita yang sangat kecil.
kecil iman, kecil otak, kecil badan.
badannya lebih kecil dari rumah, bumi, planet, dan seluruh alam semesta.
alam semesta yang dibuatNya berkalikali lipat besarnya.

aku adalah wanita.
wanita yang besar.
besar hati, besar maksiat, dan tentu besar dosanya.
dosanya yang membuat rohaninya luluh lumpuh tak berdaya.
Allahuakbar.

lantas, apakah yang seharusnya aku banggakan?
apa yang seharusnya aku puji untuk diriku sendiri?
apa yang seharusnya aku sombongkan?
apa yang seharusnya aku senangi?
Astaghfirullahala'zim.

Ya Allah, izinkan ku yang sering berbuat dosa, yang sedang mencari jati dirinya, yang sombong, yang sangat kecil jika dibandingkan apapun, dan yang sangat besar keburukannya ini mendapat ridhoMu, ampunanMu, dan anugerahMu.
hamba mohon dengan segala rahmatMu.
tunjukillah jalan lurusMu.

aamiin.

Kamis, 11 Juni 2015

rinduku

halo,
kepadamu yang hatinya tertaut di dadaku.
semoga hari harimu selalu bermekaran.
sekian lama tak saling menyapa, tak saling berucap, tak saling tersenyum, tak saling menatap.

oh iya,
kamu tahu? hari ini dadaku sakit sekali. sesak rasanya.
mungkin rindu ini kembali mencabik dadaku.
ternyata, rinduku ini lebih tajam dari lidah pisau.
yang menusuk dadaku tanpa aba aba.

seandainya aku boleh memilih,
adakah cara lain agar rinduku bisa diobati?
atau mungkin rindu itu terbang?
atau rindu itu tidak pernah ada?

rasanya sulit mempertahankan rindu ini menusuk di dadaku.
rasanya inginku cabut pelan pelan.
dan buang jauh, jauh, jauh, jauh sekali.

kau tahu, mengapa rindu ini begitu menusuk?
kau tahu, mengapa rindu ini begitu sakit?
kau akan tahu, jika rindumu tidak terbalaskan.

Rabu, 08 April 2015

cuma jadi hujan :5

halo, apa kabar?
ku harap sehat selalu. jangan bosen sama kata ini ya, tanah.
lagi ngapain? akhir akhir ini hujan sempatkan turun ke bumi, seneng banget.
tapi, dicari malah gaada. sibuk ya?
ohiya, sibuk buat seleksi makhluk hidup terbaik ya?
semoga berhasil!
aku doakan dari atas sini selalu ya, tanah.

ohiya, hujan mau titip pesan, boleh?
ntar, kalau udah seleksi makhluk hidup terbaik,
jangan lupa sama yang Maha Esa ya, yang udah ciptain tanah.
udah itu aja.
karna hujan tau, yang Maha Esa udah buat rencana sesuatu yang indah nanti.
tanah mau tau rencana yang indah itu apa?
deketin deh yang Maha Esanya, ntar pasti dikasih tau kok.hehe

sekian.
salam.*


*p.s: diatas sini yang merindukanmu.

Senin, 16 Februari 2015

cuma jadi hujan: 4

hallo.
bulan ini hujan, harusnya hujan bahagia karna musim ini musimku.
tapi tidak untuk sekarang.
hujan sekarang tidak senang, hujan sakit, hujan sedih.
hujan tak bersama tanah lagi.
tugas hujan ternyata selesai untuk bulan ini,untuk musim ini, februari.
tugas yang setiap hari menyiram sejuta air, sejuta cinta untuk tanah.
tugas yang setiap hari membuat tanaman tumbuh bersama tanah, kini tidak lagi.
tugas yang setiap hari memberi sejuta harapan, kesetiaan yang terkandung dalam zat h2o, zat cinta hujan.

tapi, inikan kehendak hujan. hujan mau yang terbaik.
terbaik untuk kita selanjutnya, tanah.
tanah bisa mengertikan?
hujan punya janji sama yang Maha Esa buat jadi hujan yang lebih baik.
lebih bermanfaat untuk makhluk di bumi, ingin terus mencari ridhoNya.

hujan banyak di bumi.
tanah juga banyak di bumi.
kalau ridhoNya menakdirkan, hujan bakal jadi penyiram kamu lagi kok, tanah.
hujan bakal menjaga kembali tanaman kita, seperti dulu.
hujan janji tanah.

tapi sebelum itu, hujan mau perbaiki diri dulu
jadi setetes air hujan yang lebih bermanfaat, lebih baik,
kualitas yang lebih baik untuk dijadikan sumber daya alam yg baik.
tanah mau menunggu hujan kembali kah?
hujan harap begitu.
semoga.

12 februari 2015