Jumat, 21 Januari 2022

Tentang Dia - Hi Senja! (part2)

Hi Senja!

Wah, tak terasa ternyata Hujan telah mengenenalkanmu pada dunia tepat 4 tahun yang lalu. Tak terasa lama sekali yaa? 

Bertahun-tahun rasanya bersama Senja sampai saat ini rasanya cukup membuat pelangi bermunculan di bumi. Pembiasan cahaya yang kamu pantulkan pada tetesan yang Hujan turunkan membuat banyaaak sekali cahaya indah dihasilkannya. 

Kadang, warna pelangi yang dihasilkan lebih condong berwarna merah, lalu bulan selanjutnya berwarna jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna itu semuanya Hujan sukai!

Senja, 

Hujan berharap, di tahun-tahun selanjutnya, Senja dapat terus membiaskan cahayanya pada Hujan, ya? 

Hujan tahu, rutinitas tersebut seringkali membuat Senja bosan bukan? Senja boleh sekali merasa bosan, tapi Senja janji jangan berhenti ya? 

Senja tahu tidak? Pelangi tidak hanya membuat Hujan senang, tetapi manusia di bumi juga tak kalah senang apabila pelangi muncul setelah awan mendung, lho!

Senja janji yaa? Jangan berhenti...

Senin, 04 Oktober 2021

Menjadi Teman Pelengkap

 Halo, sekian lama kita tidak berjumpa.


Hari ini, awal bulan oktober. Seperti biasa hujan selalu turun ke bumi karena beberapa makhluk hidup dibumi mulai mengeluh kepanasan, mulai merasa kering, dan tandus. 

Hujan sempatkan turun ke beberapa wilayah yang teman-teman hujan juga ada disitu. Hujan rinduu rasanya setelah beberapa bulan tidak berjumpa. Mereka juga mengundang hujan untuk berjumpa saat itu. Yaa hujan senang sekali. 

Setelah bertemu, hujan sempat berbincang-bincang, namun tak banyak, karena teman hujan juga mengundang makhluk hidup lain saat itu yang hujan kenal namun tak dekat. Setelah itu, mereka berbincang cukup lama, hujan tak mengerti karena pembahasan itu mengenai teman mereka, dan akhir pembicaraan mereka tibatiba membicarakan seorang teman yg aku kenal dekat, ternyata ada cerita baru yang aku baru tahu disitu. Aku kaget dan terdiam sejenak karena harus mencerna cerita tadi, dan yang baru tahu cerita itu hanya aku sendiri. Setelah itu aku terdiam. Ada yang aneh rasanya aku disitu.

Aku terdiam, sesekali mendengarkan mereka berbicara lalu aku sibuk sendiri. Setelah itu kami semua pulang dan hujan kembali menyiram ke beberapa wilayah.

Setelah hujan menyiram cukup banyak, hujan akhirnya kembali ke langit. Tapi hujan saat itu tidak merasa bahagia bertemu dengan teman. Hujan akhirnya merasa ada yang aneh dipertemanan kita. Kembali ke masa lalu, sebenarnya hujan merasakan hal ini cukup lama dipertemanan kami. Hujan merasa, hujan hanyalah sebagai teman pelengkap, bukan sebagai bagian dari teman. Yang hanya tau tentang mereka secara umum, tidak dengan detailnya. Mereka seringkali cerita, tapi hujan tau saat cerita itu telah berjalan cukup lama, atau ternyata telah usai. Mereka seringkali punya beberapa rencana, tapi hujan tau saat mereka sudah mempersiapkan semuanya. Mereka seringkali mengajak bertemu bersama, tapi rasanya jika aku tak ikut pun tak apa, karena hujan hanya sebagai pelengkap, yang jika tak ada pun tak masalah, ada pun tak masalah. 

Jika hujan berfikir kembali ke masa lalu, karena hujan selalu menyiram di banyak tempat, hujan banyak sekali punya teman. Banyak yang mengenal hujan dimanapun. Namun hujan hanya kenal namun tak dekat. Hujan seringkali diajak, hujan senang diundang, hujan senang di ajak berkumpul bersama, namun hujan lagi lagi kecewa karena hujan disitu merasa asing. Tidak hanya satu, tapi beberapa kelompok teman makhluk hidup yang hujan rasanya dekat dengan mereka. 

Hujan selalu merasa dekat sekaligus asing. Apakah ini normal? Apa hanya hujan yang selalu merasakan seperti ini?

Selasa, 10 Juli 2018

Hampir 2 Taun gak Curhat!

Assalamu'alaikum wr. wb!
Alhamdulillah Diffa masih diberi kesehatan lahir batin sama Allah SWT.
gak kerasa emang ya hampir 2 taun ku acuh padamu blog-ku.
selama itu ternyata aku sibuk sama urusan perkuliahann.
yaps, bener, ternyata udh kuliah aje lu dif :(
selama 2 taun itu pula, ternyata ku sudah kuliahhhh!

gak kerasa si, soalnya emang tugasnya beneran nyibukin abis.
awal awal masuk masa TPB, jadi masa awal perkuliahan dasar yang kita, eh aku tuh beneran baru tau, baru ngerti, dan mikir, ini kuliah apaan si? :( okelah temen2ku pada lumayan ngerti krn mereka les gambar. lah seorang Diffa boro2 les lah, betah aja tuh kagak:( tiap les gapernah betah, bentar-bentar masuk, bentar-bentar keluar grgr "bosen"lah, "sibuk"lah yaa banyak si alesannya. ya akhirnya ortu bener2 ngebebasin terserah aku mu kek gimana. barulah ku sadar harus les pada saat ku mau UN, dan SBMPTN. terus udah aja itu yang terakhir kaliii, enoughh.

eh bentar, Diffa kuliah apaansi?

jadi, aku kuliah jurusan desain interior di institut ternama. *ceilahsebel
ceritanya panjaang bgt bisa sampe sini, nanti aja ya wkwk.

oke lanjut, terus di TPB tuh ternyata banyak bgt dikenalin sama dasar2 interior, apa itu? yapp ESTETIKA. intinya sih itu. karena, selain diajarin teknik bangunan, arsitektur, interior bangunan, ya kita juga wajib banget belajar keindahan, atau estetika ruang yg bagus tuh kayak gimana si gitu.

abis itu, kita masuk masa studio, udah mulai tuh bikin2 apartement. cuma 1 apartement gitu sih ga 1 gedungnya wkwk. tapi itu sih beneran kita udah masuk dunia interiornya parah. eh sebelum studio sebenrnya ada masa lebih sulit lagi. PAMERAN.

jadi sebelum studio, angkatan kita diuji buat bikin pameran yang gede-gedean. lokasinya masih di kampus, tapi pake gsg yang gedenya pas bet buat kawinan mewah, trs kita bikin setengah gsg itu kita percantik seeebagus mungkin, penuh likaliku, wageelasiii, parah, ujiannya, tapi hasilnya bener2 memuaskaan!! dikirain memang yaa paling berapa si tp seribu juga udah syukur alhamdulillah. tp tau gasi berapa total pengunjung? hampir 6k lebihhhh kalo dijumlahin selama 3 hari ! pen nangis wooy :"))))) se-bangga-itu angkatan kita sampe bener2 terkenang, di kenangan paling indah selama di 2 taun perkuliahan sih. bangga jadi panitia ARTHADEMENTIA pra-studio interior design exhibition. cek aja di paman gugel nanti kebuka wkwk.

nah sekarang, udah mulai studio kedua, dimana aku udh mulai bikin2 rumah tinggal kecil-kecilan. (gak kecil amat si) tp pas disini, aku udh bener2 ngerasa feel (designer tuh kek gini toh), belum si tp udah mulai. karena disini aku cuma dikasih luas tanah, sisanya terserah client mu kek gimana gayanya, temanya, dll.

tau gak gimana? shooooo exiteedd! tapi capeekkk! HAHAHA.
separah itu emang kuliah w yang tak henti2 tidak bertugas.

bersambung....

Senin, 19 Maret 2018

Tentang Dia - Hi Senja! (part1)

Hi!
Apa kabar, Senja?
lama tak jumpa.
aku ingin mengenalkanmu pada dunia, bolehkah? 

oke, inilah cerita Senja.
Dimulai...


Senja, adalah temanku dibelahan dunia langit.
yang kadang menjelma jadi matahari pagi, kalau dia girang.
dan kadang menjelma jadi matahari siang, kalau dia sangat girang.
Dia juga pernah jadi matahari malam (bulan), kalau dia tiba-tiba sedih.
hehe, dia memang unik bukan?

Dia telah menemaniku di atas sini sekitar kurang lebih 5 tahun.
artinya, dia cukup lama telah mengenalku sebagai Hujan.
banyak hal telah dilalui bersama.
dan aku tak pernah menyesal telah mengenalnya.

Kalian tahu? Senja adalah teman yang benar-benar asik, tapi sering menjengkelkan!
Dia jahil, banyak tingkah, tapi dia baik, juga pintar dan cerdas.
Dia selalu jadi yang terbaik ketika seleksi alam beberapa tahun lalu.
tak tanggung-tanggung, dia adalah kesayangan para juri alam, licik! haha.
tapi itulah dia, bukan Senja namanya kalau bukan begitu.

Hmm, lucu memang kalau diingat masa-masa itu ya, Senja.

Tak terasa, waktupun cepat berlalu.
Dan kita semakin dewasa untuk mengerti kehidupan alam ini.
Setahun yang lalu, kamu berkata, bahwa Hujan yang kamu kenal selama ini adalah orang yang akan kamu percaya sebagai temanmu untuk beberapa tahun depan, tepatnya sampai nanti, akhir hayatnya.
.
.
.
.
.
.

haha, kalian tahu? aku tak mudah percaya dengan yang dia katakan setahun yang lalu.
aku anggap itu adalah candaan klasiknya, karena memang dia selaaalu begitu.
bercandanya memang tak lucu, dan aku anggap itu angin lalu.
.
.
.
.

Tapi, kalian tahu, ternyata dia berkata jujur. 
Sontak, aku langsung terdiam, dan berfikir, 
Apa iya?
.
.
.
.
Akhirnya, aku telah membuat keputusan, bahwa,
aku akan mencoba (akan) mempercayainya juga.
Hehe.
Bismillah, semoga niat baikmu akan berjalan sebagaimana mestinya ya, Senja.
dan semoga, cerita ini, cerita tentangmu, juga akan berlanjut, sampai nanti......

Senin, 25 Juli 2016

cuma jadi hujan :6

Hallo tanah..
Seperti yang kau ketahui, hujan telah memasuki seleksi makhluk hidup terbaik, sekaligus menjadi babak awal hujan untuk menggapai cita-cita.
Ketahuilah, hujan sangat senang bisa berada di sini.
Di mana hujan bisa memulai kehidupan baru yang lebih indah.

Awal yang baik hujan persembahkan untuk musim ini.
Ya! hujan akan berpegang teguh pada kesucian air.

Yah, kau pasti tahu bukan tanah?
Banyak kabar angin yang masuk ke pori-porimu bukan?
Ya, bisikan orang-orang tidak bertanggungjawablah yang segan merusak jaringan unsur haramu.
Maaf telah merusaknya, dan maafkanlah dia tanah.

Tolong, jangan kau percaya seadanya!

Tanyakan pada awan senja yang mengetahui semuanya.
Aku bisa percaya pada awan senja itu, bukan manusia!
Tanyakan padanya, aku percaya dan aku yakin akan itu.

Sebenarnya aku ingin menyatakan sesuatu padamu tanah.
Tapi apa kau bersedia mendengarnya?
Apakah kau bersedia memaafkan air hujan berdosa ini?
Maafkan air hujan ini ya tanah.
Maafkan air hujan yang kemarin hampir merusak tanaman kita.

Tapi, kau jangan khawatir! tanaman itu masih ada dan tetap hidup, meski telah terinjak-injak oleh manusia yang tak bertanggungjawab.

Kemarin, hujan dengan tidak sengaja pergi sebentar meninggalkan tanaman kita.
Hanya sesaat! dan kemudian kembali.
Tapi setelah itu, hujan lihat, tanaman kita tercabik-cabik diinjak oleh manusia!
Hujan sedih, sangat sedih.
Hujan menyesal dan takkan pernah mau pergi lagi.
Hujan sedih, di bumi ternyata banyak manusia jahat!
Maafkan hujan tanah,
Maaf.
Maaf sekali lagi.

Kan ku buktikan bahwa hujan bisa menumbuhkannya kembali seperti sedia kala.
Hujan akan sekaligus menyiram dengan pupuk kualitas terbaik yang pernah ada tanah!
Hujan yakin dan sangat yakin.

Tapi..
Apakah kau, tanah, akan bersedia menerima maafku?
Apakah kau bersedia pula menunggu tanaman itu kembali pulih?





(End)

Minggu, 29 November 2015

Hujan

Hujan
Telah meneteskan jutaan tetes kenangan.
Menyerap pada setiap unsur hara,
menguap pada setiap oksigen langit,
menyeruak pada setiap unsur rindu, dalam jiwa.
Membasahi setiap angan dalam hati.

Hujan
Masih dingin
dingin, menusuk.
Sama seperti rindu
dingin, menusuk.
Dalam hati,
dalam jiwa.

Senin, 22 Juni 2015

Aku adalah Wanita

aku adalah wanita.
wanita yang sering sekali berbuat dosa.
dosa dosa itu sudah terkumpul sejak lama, hingga menumpuk.
menumpuk bagaikan debu yang menumpuk di suatu sudut.
hingga jika aku menghitungnya, mungkin sampai akhir hayatku. lama sekali.

aku adalah wanita.
wanita yang sedang mencari jati dirinya.
jati dirinya yang menjadi harta terpendam untuk hidupnya.
hidupnya yang dizaman sudah tak tentu arah.
mungkinkah aku akan menemukan jadi diri yang sebenarnya?

aku adalah wanita.
wanita yang sombong.
sombong hati, sombong diri, dan sombong jiwanya.
jiwanya sudah terlanjur dilumuri lumpur berdosa, dan sedikit racikan bumbu maksiat.
maksiat yang terus dilakukan dengan atau tanpa kesadarannya.
Allahuakbar.

aku adalah wanita.
wanita yang sangat kecil.
kecil iman, kecil otak, kecil badan.
badannya lebih kecil dari rumah, bumi, planet, dan seluruh alam semesta.
alam semesta yang dibuatNya berkalikali lipat besarnya.

aku adalah wanita.
wanita yang besar.
besar hati, besar maksiat, dan tentu besar dosanya.
dosanya yang membuat rohaninya luluh lumpuh tak berdaya.
Allahuakbar.

lantas, apakah yang seharusnya aku banggakan?
apa yang seharusnya aku puji untuk diriku sendiri?
apa yang seharusnya aku sombongkan?
apa yang seharusnya aku senangi?
Astaghfirullahala'zim.

Ya Allah, izinkan ku yang sering berbuat dosa, yang sedang mencari jati dirinya, yang sombong, yang sangat kecil jika dibandingkan apapun, dan yang sangat besar keburukannya ini mendapat ridhoMu, ampunanMu, dan anugerahMu.
hamba mohon dengan segala rahmatMu.
tunjukillah jalan lurusMu.

aamiin.