Senin, 04 Oktober 2021

Menjadi Teman Pelengkap

 Halo, sekian lama kita tidak berjumpa.


Hari ini, awal bulan oktober. Seperti biasa hujan selalu turun ke bumi karena beberapa makhluk hidup dibumi mulai mengeluh kepanasan, mulai merasa kering, dan tandus. 

Hujan sempatkan turun ke beberapa wilayah yang teman-teman hujan juga ada disitu. Hujan rinduu rasanya setelah beberapa bulan tidak berjumpa. Mereka juga mengundang hujan untuk berjumpa saat itu. Yaa hujan senang sekali. 

Setelah bertemu, hujan sempat berbincang-bincang, namun tak banyak, karena teman hujan juga mengundang makhluk hidup lain saat itu yang hujan kenal namun tak dekat. Setelah itu, mereka berbincang cukup lama, hujan tak mengerti karena pembahasan itu mengenai teman mereka, dan akhir pembicaraan mereka tibatiba membicarakan seorang teman yg aku kenal dekat, ternyata ada cerita baru yang aku baru tahu disitu. Aku kaget dan terdiam sejenak karena harus mencerna cerita tadi, dan yang baru tahu cerita itu hanya aku sendiri. Setelah itu aku terdiam. Ada yang aneh rasanya aku disitu.

Aku terdiam, sesekali mendengarkan mereka berbicara lalu aku sibuk sendiri. Setelah itu kami semua pulang dan hujan kembali menyiram ke beberapa wilayah.

Setelah hujan menyiram cukup banyak, hujan akhirnya kembali ke langit. Tapi hujan saat itu tidak merasa bahagia bertemu dengan teman. Hujan akhirnya merasa ada yang aneh dipertemanan kita. Kembali ke masa lalu, sebenarnya hujan merasakan hal ini cukup lama dipertemanan kami. Hujan merasa, hujan hanyalah sebagai teman pelengkap, bukan sebagai bagian dari teman. Yang hanya tau tentang mereka secara umum, tidak dengan detailnya. Mereka seringkali cerita, tapi hujan tau saat cerita itu telah berjalan cukup lama, atau ternyata telah usai. Mereka seringkali punya beberapa rencana, tapi hujan tau saat mereka sudah mempersiapkan semuanya. Mereka seringkali mengajak bertemu bersama, tapi rasanya jika aku tak ikut pun tak apa, karena hujan hanya sebagai pelengkap, yang jika tak ada pun tak masalah, ada pun tak masalah. 

Jika hujan berfikir kembali ke masa lalu, karena hujan selalu menyiram di banyak tempat, hujan banyak sekali punya teman. Banyak yang mengenal hujan dimanapun. Namun hujan hanya kenal namun tak dekat. Hujan seringkali diajak, hujan senang diundang, hujan senang di ajak berkumpul bersama, namun hujan lagi lagi kecewa karena hujan disitu merasa asing. Tidak hanya satu, tapi beberapa kelompok teman makhluk hidup yang hujan rasanya dekat dengan mereka. 

Hujan selalu merasa dekat sekaligus asing. Apakah ini normal? Apa hanya hujan yang selalu merasakan seperti ini?