Senin, 25 Juli 2016

cuma jadi hujan :6

Hallo tanah..
Seperti yang kau ketahui, hujan telah memasuki seleksi makhluk hidup terbaik, sekaligus menjadi babak awal hujan untuk menggapai cita-cita.
Ketahuilah, hujan sangat senang bisa berada di sini.
Di mana hujan bisa memulai kehidupan baru yang lebih indah.

Awal yang baik hujan persembahkan untuk musim ini.
Ya! hujan akan berpegang teguh pada kesucian air.

Yah, kau pasti tahu bukan tanah?
Banyak kabar angin yang masuk ke pori-porimu bukan?
Ya, bisikan orang-orang tidak bertanggungjawablah yang segan merusak jaringan unsur haramu.
Maaf telah merusaknya, dan maafkanlah dia tanah.

Tolong, jangan kau percaya seadanya!

Tanyakan pada awan senja yang mengetahui semuanya.
Aku bisa percaya pada awan senja itu, bukan manusia!
Tanyakan padanya, aku percaya dan aku yakin akan itu.

Sebenarnya aku ingin menyatakan sesuatu padamu tanah.
Tapi apa kau bersedia mendengarnya?
Apakah kau bersedia memaafkan air hujan berdosa ini?
Maafkan air hujan ini ya tanah.
Maafkan air hujan yang kemarin hampir merusak tanaman kita.

Tapi, kau jangan khawatir! tanaman itu masih ada dan tetap hidup, meski telah terinjak-injak oleh manusia yang tak bertanggungjawab.

Kemarin, hujan dengan tidak sengaja pergi sebentar meninggalkan tanaman kita.
Hanya sesaat! dan kemudian kembali.
Tapi setelah itu, hujan lihat, tanaman kita tercabik-cabik diinjak oleh manusia!
Hujan sedih, sangat sedih.
Hujan menyesal dan takkan pernah mau pergi lagi.
Hujan sedih, di bumi ternyata banyak manusia jahat!
Maafkan hujan tanah,
Maaf.
Maaf sekali lagi.

Kan ku buktikan bahwa hujan bisa menumbuhkannya kembali seperti sedia kala.
Hujan akan sekaligus menyiram dengan pupuk kualitas terbaik yang pernah ada tanah!
Hujan yakin dan sangat yakin.

Tapi..
Apakah kau, tanah, akan bersedia menerima maafku?
Apakah kau bersedia pula menunggu tanaman itu kembali pulih?





(End)