Senin, 29 Desember 2014

ada

kadang, aku cuma merasa jadi pelampiasan.
berasa sendirian disini, gaada yang sejati.
sejati pun cuma karena sesuatu.
berbuat sesuatu yang menurutku itu menspesialkan orang lain, malah acuh tak acuh.
ga berharga, gaada yang spesial kata hatinya.
salah lagi.
aku cuma ingin ada yang sejati disini.
yang berbuat sama sepertiku.
yang ingin dia tersenyum menerima kehadiranku,
terus mencariku ketika hilang,
terus mengingatku ketika keadaan suka dukanya,
terus bertanya perasaanku ketika aku diam dan menundukan kepala,
terus cemas ketika aku sakit,
dari dulu, sama terus kaya gini.
iya, masih terus mencari yang sejati.
susah ya.
kalau dapat, masih ragu, masih bertanya hati ini.
akhirnya cuma bisa menjalani kenyataan.
selalu berakhir seperti ini.
Ya Allah, kapan aku bisa mendapat yang sejati itu?
kapan aku dihargai, kapan aku mendapat yang aku inginkan?
hati terus bertanya.
tapi, aku tetap percaya itu ada. ada.

bahagia


bahagia.
adalah sepenggal nama yang mewakili kebersamaan kita.
adalah sepenggal nama yang meramaikan kebersamaan kita. simpel. kita ini bahagia intinya.
banyak huruf yang bisa merusak bahagia, begitupun kata dan kalimat yang lain. tapi toh kita masih bahagia.
Alhamdulillah.
sepenggal kata bermakna yang mewakilkan syukurku untuk bahagia ini, bahagianya kita.
inginku mungkin terlalu mewah, hanya ingin bersamanya dalam balutan RidhoMu, sampai malaikat maut menjemputku pulang.
do'aku saat ini mungkin sama mewahnya, ingin selalu pada jalan RidhoMu untuk berada di dekatnya dalam batasanMu.
hanya itu, tapi mewah?
iya karena kutahu hal itu sungguh sangat berarti bagiku.
boleh aku minta satu hal lagi?
jodoh.
jodohku dunia akhirat bersamanya dalam alunan RidhoMu.
Bolehkah semua itu aku dapatkan Tuhan?

cuma jadi hujan: 3

hai, hujan sekarang senang, hujan sama tanah udah menjelang 1 tahun. bersyukur sama Tuhan yang membuat kita bersama.
tanaman kita pun makin tumbuh besar, makin tinggi, daunnya juga udah banyak, bahkan sebelum musim hujan tiba, sudah bermekaran bunga bunga indah yang tumbuh.

saat aku jatuh ke bumi, aku mendengar manusia berkata "semakin tinggi pohon, semakin banyak juga angin yang menerpa".
aku langsung melihat tanaman kita di sana, ternyata daunnya mengering, mengering dan terus mengering. aku berusaha memberi banyak air ditanaman itu, akhirnya ada satu daun yang menghijau. aku bersyukur usahaku tidak siasia walau hanya 1 daun.

sekarang sudah musim penghujan. musim hujan adalah musim favoritku, karna disaat itulah aku dan tanah mulai menanam tanaman kita yang subur.

tibatiba, ada beberapa gumpalan awan hitam, gelap, dan mengeluarkan petir. oh tidak, aku tak mau jatuh dengan awan gelap yang mengeluarkan petir, disertai angin saangat kencang!
ooh tidaak aku tidak mauuu!
tapi aku tak bisa berbuat apa apa, ini bagianku, awan. aku melawan tapi tertiup angin kencang.
aku ingin melindungi tanaman kita tanah, tolong aku, aku takut tanaman kita roboh dan mati! tolong! lindungi tanaman kita tanah tolong!
ayolah, kamu cuma terdiam? tidak bisa berbuat apapun?!
*pltaak!!*

hah, aku tak percaya, tanaman yang kuat, yang aku jaga dengan tanah ternyata patah begitu saja. aku sedih, sangat.
hei tanah, kamu kenapa? kamu membiarkan tangkai itu patah?
kenapa? kamu gamau menjaga tanaman itu lagi? mengapa? apa salahku tanah?

hhh. yasudahlah, sudah patah mau diapakan lagi? yang tersisa hanya akar, batang yang besar, dan sedikit daun. yah, aku bersyukur masih bisa bertahan tanaman itu. aku minta maaf tanah, aku mungkin terlalu egois, nyatanya memang susah buat menjaga tanaman itu, apalagi aku hanya berbentuk hujan yang hanya menjaga bagian atas saja. dan kau tanah, hanya menjaga bagian bawah saja. nyatanya, ternyata tanaman tidak kuat dengan badai itu. maaf tanah, maafkan hujan.

hujan gamau kehilangan tanaman kita, dan kamu, tanah.
hujan ingin selamanya kita bersama.
ternyata, banyak badai yang menerpa.

kalau mungkin masih bisa dipertahankan tanaman kita, akan aku usahakan semuanya akan baikbaik saja tanah, aku berjanji.
tapi, kalau tanaman kita kuat sampe musim hujan ini karna ada badai lagi, aku gapapa. mungkin Tuhan ga menakdirkan tanaman itu tumbuh ya. terimakasih tanah.

Sabtu, 15 Maret 2014

cuma jadi hujan:2

hujan lagi senang. hujan sama-sama terus sama tanah dari musim hujan lalu.
tanaman pun kian subur, hari demi harinya.
bahagianya punya kamu tanah.
bercandanya kamu, ketawanya kamu, senyumnya kamu itu pupuk tanaman biar tumbuh subur.
dicampur dengan setetes air hujanku yang terus menerus menetes.
tanamannya tumbuh subur dan besar. senangnya.

tiba-tiba..
ada angin yang berhembus, dan perlahan mengubah arah air hujanku.
tanamannya jadi ga kena air hujan.
"stop! angin itu menggangguku tanah! tolong!" mau diucap, tapi takut.
tanah cuma diam dan membiarkan angin itu berhembus.

hujan takut.
hujan takut tanah kembali sama angin itu, seperti dulu.

angin mungkin lebih banyak kelebihannya dibanding hujan.
iya, dia mungkin lebih indah juga.

bolehkan hujan minta satuhal?
hujan pengen samasama terus sama tanah, tanpa angin.
meskipun tanah ga merasa terganggu karna tanah taakan terbawa hembusan itu.

Jumat, 14 Maret 2014

"ngayal"?

aku suka banget sama ngayal.
what is the meaning of "ngayal"?
ngayal atau dalam kata dasar berarti "berhayal" adalah suatu perasaan dan pikiran bercampur aduk menjadi satu dan menciptakan suatu pemikiran yang jauh kedepan. haha apa coba:(
yes. akhir akhir ini sering banget ngayal sesuatu. kata yang sering ada pas ngayal itu adalah "seandainya" "coba kalau gini" "bisa nggak ya kaya gini" bla bla bla dan sebagainya.
ngayalnya yaah gimana kaya orang lain aja gimana, entah itu ngayal pas udah besar jadi apa, nilai bagus terus, atau langgeng sama pacar sampe bertaun taun lamanya *loh?amin:p*, atau apapun itu kaya sinetron atau film film yang dramanya keparahan. so? hahaha. aku suka sama pemikiran aku ini. itung itung buat acuan aku buat terus lebih baik lagi, ya ngayal itu kaya kenyataan yang tertunda aja *cielah* tentunya dengan usaha dan ikhtiar sama Allah juga pastinya! 
"walaupun sering banget ngayal, tapi jangan keseringan juga" ya, itu pemikiran keduaku. takutnya kalau cuma ngayal tapi taunya ga kesampean kan.....sakit ya :')

Sabtu, 18 Januari 2014

cuma jadi hujan

aku cuma jadi hujan.
hujan yang cuma bisa nunggu datengnya matahari. eh kamu.
dateng matahari, munculnya pelangi. ya rasa sayang.
ya, kita selama ini samasama terus selama setengah taun musim hujan.
jadi, bisa diibaratkan kalau ada matahari terik, pasti bentar lagi hujan.
dimana ada kamu, pasti bentar lagi aku dateng. samasama terus.
karna persatuan hujan dan matahari adalah pelangi, makanya aku ibaratin pelangi itu rasa sayang kita.
bukan sayang kekasih. sayang. ya sayang aja.
matahari memberi cuaca indah itu memberi kebahagiaan buat orang yang hidup dibumi.
begitupun aku, dikasih senyuman jahilmu dan tingkah lakumu. buat kebahagiaan buatku. gatau.
dan tiba tiba, semuanya ilang sama awan.
awan itu nutupin cuaca indah yang kamu kasih. akhirnya, hujan cuma bisa ikut ikutan jatuh sama awan.
karna, awan itu bagian dari hujan.
sedihnya ada awan, tapi? awan itu bagianku. teman hidupku.
akhirnya, hujan gabisa ngeliat matahari karna terhalang awan. mendung jadinya.
tiba tiba, tanah bilang kalau dia akan menampung semua rasa sayangku yang kusebut pelangi itu.
tanah akan menyerap air hujan dan membuat tanah subur, tanaman tumbuh.
dan tanaman subur bisa buat orang yang hidup dibumi juga senang. sama kaya pelangi.
tanah mengerti dan akan terus mengerti. hujannya juga senang.
matahari gimana? kebetulan kamu baik. bantu kasih cahaya supaya tanaman tetap subur.
hujan sama tanah jadi senang. akhirnya matahari, tanah, dan hujan ngebantu supaya tanaman tetap subur.
sekarang, hujan punya yang lebih dari pelangi. yaitu tumbuhan yang subur.
tumbuhan subur itu bisa kusebut kebahagiaan yang didapat sekarang.
tapi, hujan ga pernah bakal tinggalin matahari, eh kamu.
hujan bakal samasama terus sama matahari meski hujan punya tanah.