Sabtu, 18 Januari 2014

cuma jadi hujan

aku cuma jadi hujan.
hujan yang cuma bisa nunggu datengnya matahari. eh kamu.
dateng matahari, munculnya pelangi. ya rasa sayang.
ya, kita selama ini samasama terus selama setengah taun musim hujan.
jadi, bisa diibaratkan kalau ada matahari terik, pasti bentar lagi hujan.
dimana ada kamu, pasti bentar lagi aku dateng. samasama terus.
karna persatuan hujan dan matahari adalah pelangi, makanya aku ibaratin pelangi itu rasa sayang kita.
bukan sayang kekasih. sayang. ya sayang aja.
matahari memberi cuaca indah itu memberi kebahagiaan buat orang yang hidup dibumi.
begitupun aku, dikasih senyuman jahilmu dan tingkah lakumu. buat kebahagiaan buatku. gatau.
dan tiba tiba, semuanya ilang sama awan.
awan itu nutupin cuaca indah yang kamu kasih. akhirnya, hujan cuma bisa ikut ikutan jatuh sama awan.
karna, awan itu bagian dari hujan.
sedihnya ada awan, tapi? awan itu bagianku. teman hidupku.
akhirnya, hujan gabisa ngeliat matahari karna terhalang awan. mendung jadinya.
tiba tiba, tanah bilang kalau dia akan menampung semua rasa sayangku yang kusebut pelangi itu.
tanah akan menyerap air hujan dan membuat tanah subur, tanaman tumbuh.
dan tanaman subur bisa buat orang yang hidup dibumi juga senang. sama kaya pelangi.
tanah mengerti dan akan terus mengerti. hujannya juga senang.
matahari gimana? kebetulan kamu baik. bantu kasih cahaya supaya tanaman tetap subur.
hujan sama tanah jadi senang. akhirnya matahari, tanah, dan hujan ngebantu supaya tanaman tetap subur.
sekarang, hujan punya yang lebih dari pelangi. yaitu tumbuhan yang subur.
tumbuhan subur itu bisa kusebut kebahagiaan yang didapat sekarang.
tapi, hujan ga pernah bakal tinggalin matahari, eh kamu.
hujan bakal samasama terus sama matahari meski hujan punya tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar