Apa kabar, Senja?
lama tak jumpa.
aku ingin mengenalkanmu pada dunia, bolehkah?
oke, inilah cerita Senja.
Dimulai...
Senja, adalah temanku dibelahan dunia langit.
yang kadang menjelma jadi matahari pagi, kalau dia girang.
dan kadang menjelma jadi matahari siang, kalau dia sangat girang.
Dia juga pernah jadi matahari malam (bulan), kalau dia tiba-tiba sedih.
hehe, dia memang unik bukan?
Dia telah menemaniku di atas sini sekitar kurang lebih 5 tahun.
artinya, dia cukup lama telah mengenalku sebagai Hujan.
banyak hal telah dilalui bersama.
dan aku tak pernah menyesal telah mengenalnya.
Kalian tahu? Senja adalah teman yang benar-benar asik, tapi sering menjengkelkan!
Dia jahil, banyak tingkah, tapi dia baik, juga pintar dan cerdas.
Dia selalu jadi yang terbaik ketika seleksi alam beberapa tahun lalu.
tak tanggung-tanggung, dia adalah kesayangan para juri alam, licik! haha.
tapi itulah dia, bukan Senja namanya kalau bukan begitu.
Hmm, lucu memang kalau diingat masa-masa itu ya, Senja.
Tak terasa, waktupun cepat berlalu.
Dan kita semakin dewasa untuk mengerti kehidupan alam ini.
Setahun yang lalu, kamu berkata, bahwa Hujan yang kamu kenal selama ini adalah orang yang akan kamu percaya sebagai temanmu untuk beberapa tahun depan, tepatnya sampai nanti, akhir hayatnya.
.
.
.
.
.
.
haha, kalian tahu? aku tak mudah percaya dengan yang dia katakan setahun yang lalu.
aku anggap itu adalah candaan klasiknya, karena memang dia selaaalu begitu.
bercandanya memang tak lucu, dan aku anggap itu angin lalu.
.
.
.
.
Tapi, kalian tahu, ternyata dia berkata jujur.
Sontak, aku langsung terdiam, dan berfikir,
Apa iya?
.
.
.
.
Akhirnya, aku telah membuat keputusan, bahwa,
aku akan mencoba (akan) mempercayainya juga.
Hehe.
Bismillah, semoga niat baikmu akan berjalan sebagaimana mestinya ya, Senja.
dan semoga, cerita ini, cerita tentangmu, juga akan berlanjut, sampai nanti......