aku adalah wanita.
wanita yang sering sekali berbuat dosa.
dosa dosa itu sudah terkumpul sejak lama, hingga menumpuk.
menumpuk bagaikan debu yang menumpuk di suatu sudut.
hingga jika aku menghitungnya, mungkin sampai akhir hayatku. lama sekali.
aku adalah wanita.
wanita yang sedang mencari jati dirinya.
jati dirinya yang menjadi harta terpendam untuk hidupnya.
hidupnya yang dizaman sudah tak tentu arah.
mungkinkah aku akan menemukan jadi diri yang sebenarnya?
aku adalah wanita.
wanita yang sombong.
sombong hati, sombong diri, dan sombong jiwanya.
jiwanya sudah terlanjur dilumuri lumpur berdosa, dan sedikit racikan bumbu maksiat.
maksiat yang terus dilakukan dengan atau tanpa kesadarannya.
Allahuakbar.
aku adalah wanita.
wanita yang sangat kecil.
kecil iman, kecil otak, kecil badan.
badannya lebih kecil dari rumah, bumi, planet, dan seluruh alam semesta.
alam semesta yang dibuatNya berkalikali lipat besarnya.
aku adalah wanita.
wanita yang besar.
besar hati, besar maksiat, dan tentu besar dosanya.
dosanya yang membuat rohaninya luluh lumpuh tak berdaya.
Allahuakbar.
lantas, apakah yang seharusnya aku banggakan?
apa yang seharusnya aku puji untuk diriku sendiri?
apa yang seharusnya aku sombongkan?
apa yang seharusnya aku senangi?
Astaghfirullahala'zim.
Ya Allah, izinkan ku yang sering berbuat dosa, yang sedang mencari jati dirinya, yang sombong, yang sangat kecil jika dibandingkan apapun, dan yang sangat besar keburukannya ini mendapat ridhoMu, ampunanMu, dan anugerahMu.
hamba mohon dengan segala rahmatMu.
tunjukillah jalan lurusMu.
aamiin.
...Maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. (QS Ar Rum:48)
Senin, 22 Juni 2015
Kamis, 11 Juni 2015
rinduku
halo,
kepadamu yang hatinya tertaut di dadaku.
semoga hari harimu selalu bermekaran.
sekian lama tak saling menyapa, tak saling berucap, tak saling tersenyum, tak saling menatap.
oh iya,
kamu tahu? hari ini dadaku sakit sekali. sesak rasanya.
mungkin rindu ini kembali mencabik dadaku.
ternyata, rinduku ini lebih tajam dari lidah pisau.
yang menusuk dadaku tanpa aba aba.
seandainya aku boleh memilih,
adakah cara lain agar rinduku bisa diobati?
atau mungkin rindu itu terbang?
atau rindu itu tidak pernah ada?
rasanya sulit mempertahankan rindu ini menusuk di dadaku.
rasanya inginku cabut pelan pelan.
dan buang jauh, jauh, jauh, jauh sekali.
kau tahu, mengapa rindu ini begitu menusuk?
kau tahu, mengapa rindu ini begitu sakit?
kau akan tahu, jika rindumu tidak terbalaskan.
kepadamu yang hatinya tertaut di dadaku.
semoga hari harimu selalu bermekaran.
sekian lama tak saling menyapa, tak saling berucap, tak saling tersenyum, tak saling menatap.
oh iya,
kamu tahu? hari ini dadaku sakit sekali. sesak rasanya.
mungkin rindu ini kembali mencabik dadaku.
ternyata, rinduku ini lebih tajam dari lidah pisau.
yang menusuk dadaku tanpa aba aba.
seandainya aku boleh memilih,
adakah cara lain agar rinduku bisa diobati?
atau mungkin rindu itu terbang?
atau rindu itu tidak pernah ada?
rasanya sulit mempertahankan rindu ini menusuk di dadaku.
rasanya inginku cabut pelan pelan.
dan buang jauh, jauh, jauh, jauh sekali.
kau tahu, mengapa rindu ini begitu menusuk?
kau tahu, mengapa rindu ini begitu sakit?
kau akan tahu, jika rindumu tidak terbalaskan.
Rabu, 08 April 2015
cuma jadi hujan :5
halo, apa kabar?
ku harap sehat selalu. jangan bosen sama kata ini ya, tanah.
lagi ngapain? akhir akhir ini hujan sempatkan turun ke bumi, seneng banget.
tapi, dicari malah gaada. sibuk ya?
ohiya, sibuk buat seleksi makhluk hidup terbaik ya?
semoga berhasil!
aku doakan dari atas sini selalu ya, tanah.
ohiya, hujan mau titip pesan, boleh?
ntar, kalau udah seleksi makhluk hidup terbaik,
jangan lupa sama yang Maha Esa ya, yang udah ciptain tanah.
udah itu aja.
karna hujan tau, yang Maha Esa udah buat rencana sesuatu yang indah nanti.
tanah mau tau rencana yang indah itu apa?
deketin deh yang Maha Esanya, ntar pasti dikasih tau kok.hehe
sekian.
salam.*
*p.s: diatas sini yang merindukanmu.
ku harap sehat selalu. jangan bosen sama kata ini ya, tanah.
lagi ngapain? akhir akhir ini hujan sempatkan turun ke bumi, seneng banget.
tapi, dicari malah gaada. sibuk ya?
ohiya, sibuk buat seleksi makhluk hidup terbaik ya?
semoga berhasil!
aku doakan dari atas sini selalu ya, tanah.
ohiya, hujan mau titip pesan, boleh?
ntar, kalau udah seleksi makhluk hidup terbaik,
jangan lupa sama yang Maha Esa ya, yang udah ciptain tanah.
udah itu aja.
karna hujan tau, yang Maha Esa udah buat rencana sesuatu yang indah nanti.
tanah mau tau rencana yang indah itu apa?
deketin deh yang Maha Esanya, ntar pasti dikasih tau kok.hehe
sekian.
salam.*
*p.s: diatas sini yang merindukanmu.
Senin, 16 Februari 2015
cuma jadi hujan: 4
hallo.
bulan ini hujan, harusnya hujan bahagia karna musim ini musimku.
tapi tidak untuk sekarang.
hujan sekarang tidak senang, hujan sakit, hujan sedih.
hujan tak bersama tanah lagi.
tugas hujan ternyata selesai untuk bulan ini,untuk musim ini, februari.
tugas yang setiap hari menyiram sejuta air, sejuta cinta untuk tanah.
tugas yang setiap hari membuat tanaman tumbuh bersama tanah, kini tidak lagi.
tugas yang setiap hari memberi sejuta harapan, kesetiaan yang terkandung dalam zat h2o, zat cinta hujan.
tapi, inikan kehendak hujan. hujan mau yang terbaik.
terbaik untuk kita selanjutnya, tanah.
tanah bisa mengertikan?
hujan punya janji sama yang Maha Esa buat jadi hujan yang lebih baik.
lebih bermanfaat untuk makhluk di bumi, ingin terus mencari ridhoNya.
hujan banyak di bumi.
tanah juga banyak di bumi.
kalau ridhoNya menakdirkan, hujan bakal jadi penyiram kamu lagi kok, tanah.
hujan bakal menjaga kembali tanaman kita, seperti dulu.
hujan janji tanah.
tapi sebelum itu, hujan mau perbaiki diri dulu
jadi setetes air hujan yang lebih bermanfaat, lebih baik,
kualitas yang lebih baik untuk dijadikan sumber daya alam yg baik.
tanah mau menunggu hujan kembali kah?
hujan harap begitu.
semoga.
12 februari 2015
bulan ini hujan, harusnya hujan bahagia karna musim ini musimku.
tapi tidak untuk sekarang.
hujan sekarang tidak senang, hujan sakit, hujan sedih.
hujan tak bersama tanah lagi.
tugas hujan ternyata selesai untuk bulan ini,untuk musim ini, februari.
tugas yang setiap hari menyiram sejuta air, sejuta cinta untuk tanah.
tugas yang setiap hari membuat tanaman tumbuh bersama tanah, kini tidak lagi.
tugas yang setiap hari memberi sejuta harapan, kesetiaan yang terkandung dalam zat h2o, zat cinta hujan.
tapi, inikan kehendak hujan. hujan mau yang terbaik.
terbaik untuk kita selanjutnya, tanah.
tanah bisa mengertikan?
hujan punya janji sama yang Maha Esa buat jadi hujan yang lebih baik.
lebih bermanfaat untuk makhluk di bumi, ingin terus mencari ridhoNya.
hujan banyak di bumi.
tanah juga banyak di bumi.
kalau ridhoNya menakdirkan, hujan bakal jadi penyiram kamu lagi kok, tanah.
hujan bakal menjaga kembali tanaman kita, seperti dulu.
hujan janji tanah.
tapi sebelum itu, hujan mau perbaiki diri dulu
jadi setetes air hujan yang lebih bermanfaat, lebih baik,
kualitas yang lebih baik untuk dijadikan sumber daya alam yg baik.
tanah mau menunggu hujan kembali kah?
hujan harap begitu.
semoga.
12 februari 2015
Senin, 29 Desember 2014
ada
kadang, aku cuma merasa jadi pelampiasan.
berasa sendirian disini, gaada yang sejati.
sejati pun cuma karena sesuatu.
berbuat sesuatu yang menurutku itu menspesialkan orang lain, malah acuh tak acuh.
ga berharga, gaada yang spesial kata hatinya.
salah lagi.
aku cuma ingin ada yang sejati disini.
yang berbuat sama sepertiku.
yang ingin dia tersenyum menerima kehadiranku,
terus mencariku ketika hilang,
terus mengingatku ketika keadaan suka dukanya,
terus bertanya perasaanku ketika aku diam dan menundukan kepala,
terus cemas ketika aku sakit,
dari dulu, sama terus kaya gini.
iya, masih terus mencari yang sejati.
susah ya.
kalau dapat, masih ragu, masih bertanya hati ini.
akhirnya cuma bisa menjalani kenyataan.
selalu berakhir seperti ini.
Ya Allah, kapan aku bisa mendapat yang sejati itu?
kapan aku dihargai, kapan aku mendapat yang aku inginkan?
hati terus bertanya.
tapi, aku tetap percaya itu ada. ada.
berasa sendirian disini, gaada yang sejati.
sejati pun cuma karena sesuatu.
berbuat sesuatu yang menurutku itu menspesialkan orang lain, malah acuh tak acuh.
ga berharga, gaada yang spesial kata hatinya.
salah lagi.
aku cuma ingin ada yang sejati disini.
yang berbuat sama sepertiku.
yang ingin dia tersenyum menerima kehadiranku,
terus mencariku ketika hilang,
terus mengingatku ketika keadaan suka dukanya,
terus bertanya perasaanku ketika aku diam dan menundukan kepala,
terus cemas ketika aku sakit,
dari dulu, sama terus kaya gini.
iya, masih terus mencari yang sejati.
susah ya.
kalau dapat, masih ragu, masih bertanya hati ini.
akhirnya cuma bisa menjalani kenyataan.
selalu berakhir seperti ini.
Ya Allah, kapan aku bisa mendapat yang sejati itu?
kapan aku dihargai, kapan aku mendapat yang aku inginkan?
hati terus bertanya.
tapi, aku tetap percaya itu ada. ada.
bahagia
bahagia.
adalah sepenggal nama yang mewakili kebersamaan kita.
adalah sepenggal nama yang meramaikan kebersamaan kita. simpel. kita ini bahagia intinya.
banyak huruf yang bisa merusak bahagia, begitupun kata dan kalimat yang lain. tapi toh kita masih bahagia.
Alhamdulillah.
sepenggal kata bermakna yang mewakilkan syukurku untuk bahagia ini, bahagianya kita.
inginku mungkin terlalu mewah, hanya ingin bersamanya dalam balutan RidhoMu, sampai malaikat maut menjemputku pulang.
do'aku saat ini mungkin sama mewahnya, ingin selalu pada jalan RidhoMu untuk berada di dekatnya dalam batasanMu.
hanya itu, tapi mewah?
iya karena kutahu hal itu sungguh sangat berarti bagiku.
boleh aku minta satu hal lagi?
jodoh.
jodohku dunia akhirat bersamanya dalam alunan RidhoMu.
Bolehkah semua itu aku dapatkan Tuhan?
cuma jadi hujan: 3
hai, hujan sekarang senang, hujan sama tanah udah menjelang 1 tahun. bersyukur sama Tuhan yang membuat kita bersama.
tanaman kita pun makin tumbuh besar, makin tinggi, daunnya juga udah banyak, bahkan sebelum musim hujan tiba, sudah bermekaran bunga bunga indah yang tumbuh.
saat aku jatuh ke bumi, aku mendengar manusia berkata "semakin tinggi pohon, semakin banyak juga angin yang menerpa".
aku langsung melihat tanaman kita di sana, ternyata daunnya mengering, mengering dan terus mengering. aku berusaha memberi banyak air ditanaman itu, akhirnya ada satu daun yang menghijau. aku bersyukur usahaku tidak siasia walau hanya 1 daun.
sekarang sudah musim penghujan. musim hujan adalah musim favoritku, karna disaat itulah aku dan tanah mulai menanam tanaman kita yang subur.
tibatiba, ada beberapa gumpalan awan hitam, gelap, dan mengeluarkan petir. oh tidak, aku tak mau jatuh dengan awan gelap yang mengeluarkan petir, disertai angin saangat kencang!
ooh tidaak aku tidak mauuu!
tapi aku tak bisa berbuat apa apa, ini bagianku, awan. aku melawan tapi tertiup angin kencang.
aku ingin melindungi tanaman kita tanah, tolong aku, aku takut tanaman kita roboh dan mati! tolong! lindungi tanaman kita tanah tolong!
ayolah, kamu cuma terdiam? tidak bisa berbuat apapun?!
*pltaak!!*
hah, aku tak percaya, tanaman yang kuat, yang aku jaga dengan tanah ternyata patah begitu saja. aku sedih, sangat.
hei tanah, kamu kenapa? kamu membiarkan tangkai itu patah?
kenapa? kamu gamau menjaga tanaman itu lagi? mengapa? apa salahku tanah?
hhh. yasudahlah, sudah patah mau diapakan lagi? yang tersisa hanya akar, batang yang besar, dan sedikit daun. yah, aku bersyukur masih bisa bertahan tanaman itu. aku minta maaf tanah, aku mungkin terlalu egois, nyatanya memang susah buat menjaga tanaman itu, apalagi aku hanya berbentuk hujan yang hanya menjaga bagian atas saja. dan kau tanah, hanya menjaga bagian bawah saja. nyatanya, ternyata tanaman tidak kuat dengan badai itu. maaf tanah, maafkan hujan.
hujan gamau kehilangan tanaman kita, dan kamu, tanah.
hujan ingin selamanya kita bersama.
ternyata, banyak badai yang menerpa.
kalau mungkin masih bisa dipertahankan tanaman kita, akan aku usahakan semuanya akan baikbaik saja tanah, aku berjanji.
tapi, kalau tanaman kita kuat sampe musim hujan ini karna ada badai lagi, aku gapapa. mungkin Tuhan ga menakdirkan tanaman itu tumbuh ya. terimakasih tanah.
tanaman kita pun makin tumbuh besar, makin tinggi, daunnya juga udah banyak, bahkan sebelum musim hujan tiba, sudah bermekaran bunga bunga indah yang tumbuh.
saat aku jatuh ke bumi, aku mendengar manusia berkata "semakin tinggi pohon, semakin banyak juga angin yang menerpa".
aku langsung melihat tanaman kita di sana, ternyata daunnya mengering, mengering dan terus mengering. aku berusaha memberi banyak air ditanaman itu, akhirnya ada satu daun yang menghijau. aku bersyukur usahaku tidak siasia walau hanya 1 daun.
sekarang sudah musim penghujan. musim hujan adalah musim favoritku, karna disaat itulah aku dan tanah mulai menanam tanaman kita yang subur.
tibatiba, ada beberapa gumpalan awan hitam, gelap, dan mengeluarkan petir. oh tidak, aku tak mau jatuh dengan awan gelap yang mengeluarkan petir, disertai angin saangat kencang!
ooh tidaak aku tidak mauuu!
tapi aku tak bisa berbuat apa apa, ini bagianku, awan. aku melawan tapi tertiup angin kencang.
aku ingin melindungi tanaman kita tanah, tolong aku, aku takut tanaman kita roboh dan mati! tolong! lindungi tanaman kita tanah tolong!
ayolah, kamu cuma terdiam? tidak bisa berbuat apapun?!
*pltaak!!*
hah, aku tak percaya, tanaman yang kuat, yang aku jaga dengan tanah ternyata patah begitu saja. aku sedih, sangat.
hei tanah, kamu kenapa? kamu membiarkan tangkai itu patah?
kenapa? kamu gamau menjaga tanaman itu lagi? mengapa? apa salahku tanah?
hhh. yasudahlah, sudah patah mau diapakan lagi? yang tersisa hanya akar, batang yang besar, dan sedikit daun. yah, aku bersyukur masih bisa bertahan tanaman itu. aku minta maaf tanah, aku mungkin terlalu egois, nyatanya memang susah buat menjaga tanaman itu, apalagi aku hanya berbentuk hujan yang hanya menjaga bagian atas saja. dan kau tanah, hanya menjaga bagian bawah saja. nyatanya, ternyata tanaman tidak kuat dengan badai itu. maaf tanah, maafkan hujan.
hujan gamau kehilangan tanaman kita, dan kamu, tanah.
hujan ingin selamanya kita bersama.
ternyata, banyak badai yang menerpa.
kalau mungkin masih bisa dipertahankan tanaman kita, akan aku usahakan semuanya akan baikbaik saja tanah, aku berjanji.
tapi, kalau tanaman kita kuat sampe musim hujan ini karna ada badai lagi, aku gapapa. mungkin Tuhan ga menakdirkan tanaman itu tumbuh ya. terimakasih tanah.
Langganan:
Postingan (Atom)